Kamis, 02 Desember 2010

HAKIKAT MASYARAKAT MADANI


HAKIKAT  MASYARAKAT MADANI
Konsep MM dalam bahasa arab dikenal dengan istilah al-mujtama’ al-madani dan dalam bahasa inggris dikenal dengan civil society yang berarti masyarakat sipil kewargaan.civil society berasal dari sejarah masyarakat barat dengan cicero mengemukakan konsep societas civilis dalam filsafat politiknya yang berarti komunitas politik yang beradab dan didalamnya termasuk masyarakat madinah yang dibangun oleh Nabi Muhammad. Yaitu masyarakat yang mengacu pada nilai-nilai kebijakan umum. Yang disebut al-khair.
Yaitu pengelompokan anggota masyarakat sebagai warga negara mandiri yang dapat dengan bebas bertindak aktif baik dalam wacana maupun praktis mengenai segala hal yang berkaitan dengan masalah masyarakat pada umumnya (A.S  HIKAM)
Menurut Gellner,yaitu masyarakat yang terdiri atas institusi non-pemerintah yang otonom dan cukup kuat untuk mengimbangi Negara.
Gagasan MM/CS lahir untuk menolak kesewenag-wenangan kekuatan elit yang mendominasi kekuasaan Negara yang ini pada dasarnya merupakan wujud dari system demokrasi.
Konsep civil society dipopulerkan oleh Adam Ferguson pada abad ke-18. MM berarti suatu corak kehidupan masyarakat yang terorganisir.mempunyai sifat kesukarelaan ,kesewadayaan,kemandirian,namun mempunyai kesadaran hukum yang tinggi.

Menurut Nurcholish Madjid:
1.      Egalitarian
2.       Penghargaan pada prestasi bukan prestise
3.      Keterbukaan
4.      Partisipasi anggota masyarakat
5.      Adanya pemilu
Sementara menurut AS.HIKAM ciri-ciri MM antara lain Sukarela,swasembada,mandiri,terkait pada hukum.


PERWUJUDAN MM DI INDONESIA
Karateristik MM di indonesia berbeda karena:
1.      Keanekaragaman budaya masyarakat indonesia
2.      Adanya pengertian antara sesama anggota masyarakat
3.      Toleransi yang tinggi
4.      Adanya kepastian hukum
Perwujudan MM di indonesia bisa diruntut sejak masa koloniaol belanda ketika mulai konsep kapitalisme di indonesia yang pada akhirnya mendorong perubahan dimasyarakat melalui proses industrialisasi,urbanisasi, dan pendidikan moderen.Hal ini pada akhirnya memunculkan kesadaran dikalangan kaum elit pribumi yang mendorong terbentuknya organisasi social moderen. Perkembangan MM sendiri sangat menjajikan pada tahun 1950-an dimana banyak berkembang organisasi social politik yang didukung oleh masyarakat yang baru bebas merdeka sehingga mampu menciptakan kelompok masyarakat yang mampu menjadi pengontrol atas penguasa. Pada masa demokrasi  terpimpin. Politik indonesia didominasi  oleh mobilisasi massa untuk legitimasi politik sehingga setiap aksi masyarakat diangggap sebagai kontra revolusi. Lahirnya ORBA membawa secercah harapan baru terhadap adanya perkembangan MM kembali.Namun dalam bidang politik.orba memperkuat posisi Negara di berbagai bidang,intervensi Negara yang kuat dan jauh,terutama lewat jaringan birokrasi dan aparat keamanan.Akibatnya terjadi kemerosotan kemandirian dan partisipasi politik masyarakat serta menyempitnya ruang-ruang bebas yang dulu pernah ada.sebaliknya lahirnya orde reformasi kembali membuka keran-keran kebebasan karena adanya perluasan jaminan dalam hak-hak pemenuhan hak-hak asasi setiap warga negara yang intinya mengarahkan pada aspek kemandirian setaip warga negara.Hambatan /tantangan MM di indonesia.
1.      Berkembangnya kelas menengah
2.      Pertumbuhan LSM yang banyak tapi masih lemah
3.      Pertumbuhan pres yang pesat
4.      Kaum cendekiawan merasa aman jika dekat kekuasaan


Strategi perkembangan MM  (Dawam Rahardjo):
1.      Mengutamakan integrasi nasional dan politik. MM tidak akan berkembang selama masyarakat belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang tinggi
2.      Mengutamakan reformasi sistem politik demokrasi,tidak perlu menunggu  selesainya pembangunan ekonomi.
3.      Pembangunan MM  sebagai basis yang kuat ke arah demokratisasi,dengan orientasi pada pendidikan dan penyadaran politik terutama pada kelas menengah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar